

PSP News — Hasil rekapitulasi KPU menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019. Seiring dengan itu, wacana kabinet Jokowi-Maruf Amin yang akan diisi orang-orang muda dan generasi milenial pun mulai ramai dibicarakan.
Setidaknya ada empat nama figur milenial yang kini dinilai punya kelayakan jadi menteri Jokowi menurut sebuah riset, di antaranya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Grace Natalie, Nadiem Makarim dan Witjaksono.
AHY merupakan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Ketum Partai Demokrat dan mantan Presiden RI dua periode. AHY baru-baru ini bahkan sudah dipanggil Jokowi.
Sedangkan Grace Natalie merupakan Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dalam pilpres 2019 all out mendukung pasangan 01. Nadiem Makarim adalah pendiri Go-Jek, kalangan profesional yang punya banyak prestasi di bidang transportasi.
Adapun Witjaksono merupakan pengusaha muda yang namanya kerap disebut Jokowi karena jadi satu-satunya pengusaha yang bisa mendirikan dua perusahaan Tbk selama dua tahun berturut-turut.
Empat nama itu telah masuk dalam radar survei pakar/public opinion makers yang digelar Arus Survei Indonesia (ASI) pada 26 Februari – 12 Maret 2019 lalu. Dalam survei yang mengukur kompetensi itu, tersaring 12 besar di antara 32 nama yang dilakukan survei.
12 nama itu terdiri dari 6 milenial profesional dan 6 milenial partai. Untuk milenial profesional yaitu Emil Dardak (wagub Jatim), Nadiem Makarim (pendiri Go-Jek), Achmad Zaky (pendiri Bukalapak), Merry Riana (penulis dan motivator), Witjaksono (pendiri PT.DPUM,Tbk dan PT.DAJK,Tbk), dan Inayah Wahid (putri Gus Dur).
Sedangkan dari milenial partai yakni Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Grance Natalie (PSI), Taj Yasin Maimoen (PPP), Diaz Hendropriyono (PKPI), Lukmanul Khakim (PKB) dan Prananda Paloh (NasDem).
Direktur Gedhe Foundation, Yossy Suparyo, menyambut baik dengan rencana Jokowi-Ma’ruf Amin yang hendak menarik generasi milenial masuk kabinet. Ia mengungkapkan bahwa nama-nama yang masuk dalam riset Arus Survei Indonesia cukup layak untuk masuk kabinet.
“Saya menyambut baik rencana Pak Jokowi menarik menteri milenial. Saya pernah baca hasil sebuah riset, nama-nama yang tersaring itu bisa direkomendasikan,” kata Direktur Gedhe Foundation, Yossy Suparyo, Rabu (22/5/2019).
Menurutnya, generasi milenial dianggap punya visi baru dan cara kerja baru sesuai dengan perkembangan global dan industri 4.0.
“Bagi saya, darah muda membawa visi baru, membawa cara kerja baru, dan paling penting sebenarnya adalah membawa energi baru. Nah tiga hal itu mendorong praktek-praktek tata pemerintahan menjadi fleksibel, menjadi lebih melayani, dan mampu menjawab tantangan saat ini,” tambah Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta.
Yossy Suparyo mengungkapkan bahwa figur-figur milenial perlu masuk pos-pos strategis, seperti kementerin-kementerian yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak ataupun yang berkaitan dengan pelayanan publik, seperti kementerian perhubungan, kementerian pertanian ataupun perikananan. Jadi tidak hanya di kementerian kepemudaan.
“Energi muda menurutku dibutuhkan untuk sektor-sektor yang terkait dengan pelayanan publik. Misalnya menteri perhubungan, perindustrian ataupun yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti kementerian pertanian, kelautan dan kementerian sosial. Itu yang terkait dengan berhubungan dengan rakyat banyak,” ujar Yossy Suparyo, yang juga merupakan Ashoka Fellow, mewakili Indonesia.