

Banyak pertanyaan dari sahabat-sahabatku dari dunia kelapa sawit tentang anjloknya harga jual mereka.
Setelah saya pelajari Zenno Jepang, maka saya coba untuk menjawabnya.
Jadi begini, hanya satu komoditi yang tidak boleh terkena hukum Demand Supply, yaitu Komoditi Agricultura (secara arti luas, termasuk perikanan laut).
Hal ini dimungkinkan ketika produsen (petani, nelayan, pekebun, peternak) secara kolektif menguasai sektor distribusi (dari produsen ke pasar induk). Menguasai semua stok dan mengendalikan aliran pasok ke pasar induk.
Disinilah harga bisa dikendalikan, sehingga stabil, tidak naik turun sesuai hukum pasar.
Untuk itu di Jepang misalnya, semua petani dan nelayan membentuk koperasi (disana mereka menguasai bersama jalur distribusi bukan produksi) untuk mengendalikan stok. Kemudian bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mendapatkan tempat stok, yaitu gudang-gudang, silo (penyimpanan beras, jagung dsjn) dan cold storage (penyimpanan buah-buahan, ikan, daging dsb).
Stok ini kemudian dilepas secara stabil ke pasar induk.
Ada saatnya over stok terjadi, inilah yang harus dimusnahkan (dengan kesadaran bersama). Ada yang betulan dibakar, ada yang dijadikan makanan kaleng untuk para pensiunan (di UK), atau bantuan pangan Luar Negeri (kasus gandum US ke RI tahun 70-an).
Ketika harga umum, anjlok, maka negara harus intervensi dengan membeli diatas harga pasaran. Namun cukup harga impas plus sedikit untung. Ini untuk mencegah kematian kegiatan petani dan nelayannya. Jepang pernah membeli beras 3x lipat dari harga internasional yg anjlok, hanya untuk mempertahankan petani agar tidak mati produksi.
Penyakit di Indonesia secara sistemik adalah tidak adanya:
1. Manajemen Stok
2. Bantuan pemerintah pada infrastruktur Stok (silo, cold storage)
3. Koperasi raksasa untuk kuasai jalur distribusi (yg ada pedagang swasta yg kuasai distribusi)
4. Anggaran untuk talangi harga ketika anjlok
5. Pengetahuan secara sistemik
Sehingga rekomendasi saya untuk pemerintah adalah untuk melaksanakan Point 2,4 dan 5. Kemudian untuk petani, nelayan, pekebun, peternak untuk memiliki poin 1,3 dan 5.
Oleh : Prananda Surya Paloh