

PSP News –Partai Nasional Demokrat mengutuk semua bentuk terorisme. Padahal belum ada partai politik yang secara tegas mengutuk terorisme yang dilancarkan ISIS belakangan ini dari London, Marawi, Kampung Melayu sampai Melbourne. Padahal salah satu tugas partai politik adalah mendidik masyarakat agar menjalankan Pancasila agar tidak terjebak pada pikiran dan praktek intoleransi yang menjadi cikal bakal terorisme.
“Untuk itu saya mengutuk teroris yang melakukan pembunuhan brutal di Melbourne, Kampung Melayu, Marawi dan London,” demikian Prananda Paloh dari Partai NasDem kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (7/6).
Menurutnya anggota DPR-RI ini, hal ini membuktikan bahwa meskipun para teroris mengaku paling beragama, namun kenyataannya paling jauh dari Tuhan.
“Segala kutuk bagi para pendoktrin yang memperalat manusia yang mencari kebenaran dengan pemutar balikan dan doktrin sesat yang biadab. Insya Allah para pendoktrin dengan kaki tangannya jauh dari Nya,” tegasnya.
Prananda meyakini Tuhan tidak pernah mengajarkan kekejaman pada sesama mahluk hidup bahkan alam.
“Ini menunjukkan bahwa kita semua, warga dunia menjadi korban kebiadaban teroris. Namun kita tidak takut dan bersama kita lawan!” tegasnya.
Prananda juga memberikan kesaksian kehidupan yang ramah dan beradab di Melbourne dan London.
“Saya pernah tinggal di Melbourne, Australia dan merasakan bagaimana kehidupan sosial disana yang sangat ramah dan terbuka bagi siapa saja. London kota indah yang seringkali saya kunjungi dengan warga London yang humoris,” katanya.
Ia juga memuji kehidupan masyarakat Jakarta yang ramah diseputar Kampung Melayu namun telah menjadi sasaran.
“Begitu juga Kampung Melayu, Jakarta, meski super sibuk namun juga tidak kalah ramah dan kami asyik kuliner khas Arab betawi sembari bersosialisasi disana. Namun sekarang Kampung Melayu, Jakarta, London dan sekarang Melbourne menjadi sasaran kebiadaban dan kekejian teroris,” katanya.
Sebelumnya diberitakan Melbourne Australia giliran diserang terorisme, setelah sebelumnya terjadi di Kampung Melayu Jakarta, Marawi, Filipina dan London, Inggris.
Bom dikabarkan meledak di Melbourne terjadi Senin (5/6) malam waktu setempat. Pelaku sempat menyandera beberapa orang sebelum meledakkan bom. Polisi dan ambulan segera meluncur ke lokasi dan masih dalam penanganan.
Pelaku sandera mengaku ISIS dan Al Qaeda sempat menelepon salah satu stasiun TV Channel Seven. Reporter TV tersebut menerima telepon dan mendengar seorang wanita berteriak-teriak minta tolong karena disandera.
Polisi di Melbourne, Australia, pada awalnya menanggapi laporan ledakan di kompleks apartemen langsung menangani kasus penyanderaan itu. Akibat insiden berdarah itu berita terakhir menyebutkan dua pria tewas, tiga polisi terluka akibat tembakan, serta wanita disandera dalam drama pengepungan yang menegangkan di Brighton, wilayah pantai Melbourne, Australia, Senin (5/6) malam waktu setempat selamat.
Polisi terpaksa menembak mati pria bersenjata dalam adu tembak, sementara dua petugas dilarikan ke rumah sakit dengan luka tembakan dan satu petugas lainnya dirawat di tempat.
Sumber: Bergelora