

PSP News — Bom Kampung Melayu menjelang bulan ramadhan sangat menyakitkan umat Islam dan bangsa Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Prananda Surya Paloh dari Partai Nasional Demokrat kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (25/5).
“Ini adalah buah jahat dari Radikalisasi dan gerakan anti Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Bom di Kampung Melayu menurut anggota Komisi I, DPR-RI ini, sangat menodai bulan ramadhan
“Sesaat lagi kita menanti Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan. Dinodai secara keji oleh peledakan bom ditengah terminal masyarakat ramai di Kampung Melayu, Jakarta Pusat,” tegasnya.
Prananda menyerukan bahwa bangsa Indonesia khususnya Partai Nasional Demokrat tidak takut dan akan melawan semua intoleransi dan terorisme yang menyerang bangsa ini.
“Kita berduka, kita terluka, namun Kita tidak takut !! Kita akan lawan!!”
Isis Sasar Asia
Prananda menegaskan, bahwa sudah “Clear and Present Danger” Asia adalah sasaran berikutnya dari ekstrimis berpaham Wahabisme, dari organisasi dan jaringan ISIS. Filipina yang terlemah diantara negara ASEAN sekarang dalam kondisi darurat. Hal ini diperkirakan akan berpengaruh secara ideologis maupun keamanan ke Indonesia.
“Indonesia yang baru saja menegaskan menolak paham anti Pancasila harus siaga pada efek ikutan dari Filipina dan tidak boleh lengah sedikitpun dari bangkitnya para pengikut ISIS di Indonesia,” tegasnya.
Ini merupakan Clear and Present Danger bagi Asean dan juga Indonesia di dalamnya.
“Saya berharap Indonesia dapat mengorganisir secara diplomatik “bantuan apapun yang diperlukan” bagi Filipina. Agar tidak ancaman meluas dan dapat ditumpas seluruh jaringannya dari ASEAN,” ujarnya.
Partai Nasdemmeminta agar pemerintah serius menghadapi intoleransi dan ancaman terorisme pada bangsa Indonesia.
“Saya menghimbau, mari kita waspadai ancaman radikalisasi berkedok agama, yang membahayakan persatuan dan kehidupan demokrasi di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah korban ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) bertambah menjadi 15 orang. Sebelumnya, jumlah korban disebut 11 orang.
“Bertambah lagi empat orang, (yaitu) tiga petugas polisi dan satu warga sipil yang diduga pelaku,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, di lokasi ledakan, Kamis (25/5) dini hari.
Rincian korban dengan tambahan informasi ini adalah dua terduga pelaku tewas, tiga polisi gugur, lima polisi dan lima warga lain terluka.
“Olah TKP (tempat kejadian perkara) selesai, tapi kami menganalisa lebih lanjut. Dari hasil di TKP, tadi dipastikan (pelaku) bom bunuh diri dua orang,” imbuh Setyo.
Menurut Setyo, perkiraan jumlah pelaku tersebut merujuk pada dua kali suara ledakan yang terdengar dan juga temuan potongan jasad di lokasi kejadian dari hasil olah tempat kejadian perkara.
Sumber : Bergelora