

PSP News — Petinju Indonesia Andika D’Golden Boy berhasilmempertahankan sabuk juara WBA Asia. Prestasi itu ditunjukkan setelah menang angka atas penantangnya yang berasal dari Filipina, Richard Rosales.
Ketua Garda Pemuda Nasdem Prananda Paloh yang hadir menyaksikan duel itu memuji penampilan memukau Andika. Menurutnya, Andika memiliki masa depan yang cerah.
“Saya mengapresiasi Andika sebagai salah satu atlet muda yang bersinar untuk masa depan,” kata Prananda dijumpai usai laga di MGK Kemayoran, Sabtu (31/82019).
“Tapi saya tetap mengapresiasi lawannya yang cukup tangguh itu. Laga 10 ronde tadi cukup berimbang, tetapi karena teknik Andika lebih baik, akhirnya menang angka,” tambahnya.
Andika memang menang angka cukup tipis atas Rosales. Meski demikian, petinju berusia 23 tahun itu tampil menawan hingga membuat pelipis Rosales berdarah.
Terkait performa itu, Prananda menilai bahwa Indonesiapunya bibit-bibit tinju yang unggul. Anggota Komisi I DPRitu kemudian mengatakan agar talenta lain seperti Andikabisa dibina lebih baik dan mendapat perhatian lebih dari khalayak dan pemerintah.
“Kemarin ada sedikit tukar pikiran, perhatian pemerintahterhadap dunia tinju profesional masih kurang. Karena kitajuga tidak bisa menyalahkan bila anggarannya minim danseterusnya, tetapi saya melihat potensinya sangat besar,”tutur Prananda.
Putra dari taipan media Surya Paloh itu pun menyorotibeberapa kelemahan pemerintah dalam mengembangkan potensi olahraga tinju. Dia berharap ada perbaikan terstrukturdan sistematis, sehingga talenta seperti Andika tidakterabaikan.
“Yang masih kurang, selain anggaran misalnya talent scouting, manajemennya dan mungkin etos disiplin dari para atletnya,” ujar Prananda.
Terakhir ia berpesan kepada Andika agar tetap rendah hati jika berada di puncak karier. Menurutnya, petinjuyang hebat adalah mereka yang tetap sederhana meskimemiliki banyak prestasi.
“Kebanyakan kalau sudah mulai famous sedikit, mereka lupa diri dan lupa kemudian jatuh dari nol lagi,” tutup Prananda.