

PSP News, Denpasar – Pertemuan tertutup antara Prabowo Subianto dengan Luhut Binsar Pandjaitan beberapa hari lalu, menjadi sebuah misteri hingga saat ini.
Banyak kalangan berspekulasi, dalam pertemuan tersebut Prabowo melobi melalui Luhut yang pernah menjadi atasan langsung Prabowo saat dinas aktif, agar bisa disandingkan dengan Jokowi menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang.
Spekulasi ini memang dibantah oleh Partai Gerindra. Namun dalam politik, spekulasi yang saat ini beredar luas di masyarakat, bukan mustahil akan terwujud.
Ketua Umum DPP Garda Pemuda NasDem, Prananda Paloh, misalnya, bicara blak-blakan soal spekulasi yang menggelinding liar ini.
Menurut dia, kalau pun informasi menduetkan Jokowi dan Prabowo ini betul, maka itu merupakan sesuatu yang luar biasa.
“Prabowo kalau mau jadi Cawapres itu hebat. Boleh saja. Tapi saya yakin dan percaya, kayaknya berat itu. Kalau mau sama Jokowi, hebat. Itu negarawan. Selama ini kan selalu gembar-gembor mau jadi presiden. Tiba-tiba mau mendampingi Presiden Jokowi. Bagus itu,” ujarnya, usai melantik pengurus Garda Pemuda Nasdem se-Bali, di Denpasar, Sabtu (7/4/2018).
Ia menilai, Prabowo memang negarawan sejati bila memutuskan untuk memilih menjadi calon wakil presiden dan mendampingi Jokowi.
Namun ia sedikit pesimis hal itu akan terwujud, karena Prabowo sudah diusung partainya untuk maju menjadi calon presiden.
Soal sikap Partai NasDem, menurut Prananda Paloh, sejak awal partai besutan Surya Paloh itu mendukung Jokowi tanpa syarat.
Siapa pun yang dipilih Jokowi menjadi wakil presiden, tidak menjadi masalah bagi Partai Nasdem, apabila hal itu membuat Jokowi nyaman bekerja membangun negeri ini.
“Untuk Cawapres, terserah Presiden Jokowi mau pilih siapapun. Yang pasti dia harus nyaman dengan wakilnya. Kedua ada chamistry atau tidak,” tegas putra Surya Paloh ini.
Ia berkeyakinan, dalam waktu tidak terlalu lama lagi, Jokowi sudah punya pilihan Cawapres.
“Paling tidak, dua besar namanya. Tetapi jujur, Nasdem tidak tahu itu siapa. Dan kami mendukung Jokowi tanpa syarat. Jadi siapa pun yang dipilih oleh Bapak Presiden Jokowi, silahkan saja,” kata Prananda Paloh.
Untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019, diakuinya Partai NasDem sudah membuat Benteng Jokowi (Bejo). Hanya saja, sosialisasinya yang belum optimal.
“Mungkin sosialisasinya belum maksimal. Tetapi saya sudah ditugaskan untuk mengembankan Bejo ini. Jadi saya rasa seluruh personil Garda Pemuda NasDem di seluruh Indonesia wajib menyosialisasikan Bejo ini,” ucapnya.
“Kalau rata-rata internal dari Pemuda NasDem, kami sudah memiliki kurang lebih 2000 kader di setiap provinsi sampai dengan tingkat kabupaten. Nah itu bisa dikalikan saja,” pungkas Prananda Paloh.