

Dalam sesi dialog dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di Wisma Tilden, Washington DC (25/10), Presiden Jokowi berjanji mendorong pembahasan RUU Dwikewarganegaraan bagi anak hasil perkawinan campur.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi menyatakan pemerintah sudah membahas aspirasi itu. Menlu menyebut sudah mengoordinasikan hal itu dengan Kementerian Hukum dan HAM, dan wacana RUU itu mengalami kemajuan ketika ada pertemua diaspora Indonesia di Jakarta.
Dalam kesempatan terpisah, anggota Fraksi NasDem Prananda Surya Paloh menyambut baik itikad politik yang disampaikan Presiden Jokowi dan Menlu Retno. Dia menyebutkan wacana RUU Dwikewarganegaraan itu adalah langkah baik untuk Indonesia ke depan.
“UU Dwikewarganegaran akan mampu memayungi warga negara indonesia (WNI) yang menikah dengan warga negara lain, dan memberi jaminan formal atas anak yang mereka lahirkan,” tutur Prananda di Komplek Gedung MPR/DPR Senayan.
Jaminan itu, menurutnya akan memberi kesempatan bagi anak yang lahir dari perkawinan antar bangsa untuk lebih dan mengenal tempat asalnya secara berimbang. Nanda tak menyanggah adanya aspek positif dan negatif atas penerapan RUU ini.
Beberapa kalangan merasa sanksi terhadap loyalitas para penyandang kewarganegaraan ganda. Dalam situasi konflik antar negara misalnya, penyandang identitas rangkap itu akan ambigu untuk memihak pada salah satu di antara dua status kewaganegaraan yang dia sandang.
Sisi positifnya, pemilik dwikewarganegaraan bisa mengupayakan langkah-langkah perdamaian, karena permasalahan kedua negara akan mengganggu kepentingannya.
Lebih jauh, Nanda yang anggota Komisi I DPR berharap, RUU Dwikewarganegaraan bisa memayungi diaspora Indonesia di seluruh dunia, sehingga bisa mendukung daya saing Indonesia dalam menyongsong globalisasi.
“Dalam era globalisasi saat ini, manusia pada dasarnya tidak lagi tersekat oleh pembatas negara. Jika RRC bisa memanfaatkan Overseas Chinese
(China perantauan – red) untuk membangun RRC selama dua dekade belakangan, saatnya RI memanfaatkanoverseas Indonesian untuk bangun RI dan memperluas pengaruh RI melalui mereka,” pungkasnya.
Sumber : Fraksi Nasdem