

PSP News — Menanggapi opini miris yang akhir-akhir ini muncul
di Sosial Media tentang Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, saya akan mencoba
memberikan gambaran yang sebenarnya tentang Akademi Bela Negara NasDem, supaya
dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk mengenal dan menilai seperti apa
sebenarnya ABN itu. Perbedaan anggapan dari setiap orang terkait keberadaan ABN
menurut saya hal yang wajar selagi anggapan yang disampaikan tersebut tidak
mengandung unsur kebencian yang melemahkan. ABN NasDem merupakan lembaga
pendidikan produk Parpol NasDem terbaru dan satu-satunya di Indonesia yang
diresmikan langsung oleh Presiden Ir. Joko Widodo pada tanggal 16 Juli yang
lalu dan dapat dipastikan tidak semua masyarakat mengenal ABN yang
sesungguhnya.
Akademi Bela Negara, didirikan atas inisiatif Ketua Umum Partai NasDem
Surya Paloh. Banyak hal yang menjadi dasar pemikiran beliau untuk menggagas ABN
NasDem ini, tidak hanya bertujuan untuk menguatkan paham dan ideologi Partai
NasDem, akan tetapi ada hal yang menurut beliau sangat fundamental yakni sebuah
gejolak yang ingin menguji Kebhinekaan, dan menguji Pancasila sebagai dasar
Ideologi bangsa. Ini lah hal yang paling fundamental dalam pemikiran beliau
mengapa Akademi Bela Negara NasDem harus ada. Selain harus dipersiapkan menjadi calon-calon pemimpin yang mumpuni
secara intelektual dan gagasan, paham nasionalis merawat dan membela Ideologi
bangsa adalah tugas dan tanggung jawab Mahasiswa Akademi Bela Negara. Pancasila
sudah teruji selama berpuluh-puluh tahun sejak diproklamirkannya kemerdekaan
Indonesia oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno, hingga saat ini Negara
Indonesia berdiri kokoh atas dasar yang kuat yaitu Pancasila. Berpuluh-puluh
tahun Indonesia telah teruji kekuatannya atas Kebhinekaan. Pluralisme nya yang
unik menjadi kekuatan yang tak terkalahkan.
Beberapa riset mengemukakan bahwa Indonesia sedang mengalami situasi yang gesit,
dimana Pancasila dan Kebhinekaan sedang di perhadapkan pada situasi yang tidak
boleh dibiarkan. Hal ini turut dibuktikan dengan terjadinya beberapa kasus diberbagai
daerah di Indonesia, seperti Isu SARA, Hate Spin (ujaran Kebencian), dan lain
sebagainya. Bahkan salah satu survei mengemukakan bahwa ada sebagian kecil
masyarakat yang menolak Pancasila. Saat itu lah Kebhinekaan dan Pancasila
sebagai Ideologi bangsa perlu pembelaan. Lalu siapa yang layak dan patut
membela Pancasila?
Pancasila adalah jantung nya Indonesia. Maka membela Pancasila sebagai
jantung Indonesia sama hal nya membela Negara Indonesia. Dalam Undang-Undang
Dasar Pasal 27 ayat 3, mengemukakan bahwa setiap warga Negara berhak dan
memiliki tanggung jawab yang sama dalam upaya pembelaan Negara. Pada ayat ini
jelas tidak ada batasan siapa yang patut dan atau lebih layak membela Pancasila
atau membela Negara Indonesia. Seluruh warga negara berhak melakukan
upaya-upaya pembelaan bahkan pembelaan terhadap negara merupakan kewajiban
setiap warga negara. Sama sekali tidak ada batasan baik perbedaan pendidikan,
perbedaan agama, perbedaan profesi, kaya dan miskin semua memiliki tanggung
jawab membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Belum ada batasan
yang mengungkapkan bahwa pembelaan terhadap Negara hanya ditugaskan kepada TNI
atau Polri.
Dengan demikian, langkah Ketua Umum Partai NasDem menginisiatif pendirian lembaga
pendidikan Akademi Bela Negara merupakan wujud kepedulian beliau kepada bangsa
dan rakyat Indonesia, supaya rakyat ini dapat mengenal hak dan tanggung
jawabnya sebagai bagian dari warga Negara Indonesia untuk untuk berpatisipasi
mengambil bagian dalam upaya membela bangsa Indonesia. Negara ini membutuhkan
pembelaan, baik fisik maupun non-fisik. Selain berani, gagah dan tangkas
mengangkat senjata terhadap lawan, Negara ini juga membutuhkan orang-orang yang
cerdas, militan dan terampil membela bangsa dari Ideologi-ideologi yang
menjatuhkan Kebhinekaan dan Pancasila. Negara ini tidak hanya membutuhkan
orang-orang yang kuat secara fisik, tetapi negera ini membutuhkan
pikiran-pikiran yang segar, dan cerdas, ide-ide yang membangun untuk memperkuat
dan merawat Pancasila. ABN berkomitmen akan menjadi bagian yang berani
mempertaruhkan apapun demi membela Pancasila, membela keutuhan NKRI dengan
gagasan dan jiwa militansi yang tinggi. ABN bertekad memperkuat Indonesia dari
setiap aspek sosial ekonomi maupun politik dan segala dinamika-dinamika yang mungkin
akan terjadi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ABN telah mempersiapkan 500 (lima ratus)
kader partai NasDem terbaik dari 34 Provinsi Seluruh Indonesia setiap angkatan.
Selama empat bulan akan dilatih dan didik menjadi kader-kader yang potensial
dan mampu menjadi harapan bangsa Indonesia kedepan. Selama empat bulan akan dibekali
dengan ilmu pengetahuan, dilatih memiliki disiplin yang tinggi dan pribadi yang
mumpuni, (tidak patah oleh serangan, tidak putus asa menghadapi kemalangan, dan
juga tidak lantas tinggi hati menerima sanjungan, Surya Paloh 2017 : 3). Itulah
pesan yang menurut saya cukup memaknai bagaimana ABN akan menjadi pribadi yang
mampu membela dan merawat bangsa ini melalui proses pendidikan selama empat
bulan.
Seragam dan
Atribut ABN.
Di sosial media, saya juga melihat beberapa masyarakat yang mengomentari
seragam serta atribut ABN. Saya menanggapi bahwa jelas dan benar secara Yuridis
formal, penggunaan seragam dan atribut militerdi lingkungan TNI/AU telah diatur
dalam surat keputusan Panglima TNI Nomor Skep/346/X/2004 tanggal 5 Oktober 2004
tentang pedoman penggunaan pakaian TNI, kemudian Peraturan Kepala Staf TNI
Angkatan Udara Nomor Parkasau/130/XII/2008 tanggal 2 Desember 2008 tentang
pedoman Penggunaan pakaian Dinas seragam TNI/AU. Kedua ketentuan tersebut
bertujuan untuk memelihara solidaritas prajurit, meningkatkan rasa disiplin,
membangun citra institusi dan sekaligus sebagai tanggung jawab prajurit.
Perlu diketahui, bahwa seragam dan atribut Akademi Bela Negara NasDem sama
sekali tidak menggunakan seragam atau pun atribut dari TNI. ABN mendesain
seragam dan atribut sendiri. Seragam dan atribut ABN didesain tanpa
loreng-loreng dan segala jenis yang dianggap menyerupai seragam ataupun atribut
TNI.
Hanya dalam metode pendidikannya, ABN mengadopsi sistem kedisiplinan
militer, dan itu memang sangat penting untuk menumbuhkan rasa kedisiplinan yang
tingg bagi setiap mahasiswa ABN. ABN mengenakan seragam maupun atribut yang sama,
hal ini dilakukan agar rasa kebersamaan dan disiplin menjadi bagian dari
kehidupan mahasiswa ABN. Tujuan nya jelas untuk meningkatkan rasa kedisiplinan,
rasa kebersamaan dan rasa tanggung jawab. Proses ini secara perlahan akan memperbaiki
karakter setiap mahasiswa. Membangun karakter itu penting dimiliki oleh setiap
kader sebab, tugas dan tanggung jawab pembelaan negara bukan hal yang mudah.
Karakter adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk dimiliki oleh
setiap mahasiswa ABN untuk membela Bangsa ini. Karakter akan memudahkan seorang
kader berpikir lebih cerdas, berjiwa militan dan terampil dalam bertindak
sesuai dengan apa yang diharapkan oleh ABN untuk membela bangsa dan merawat
Pancasila.
Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat.
Salam Restorasi.
Oleh : Yusadar Waruwu, S.Pd (Korwil ABN Sumatera Utara, dan Ketua DPC
Partai NasDem Kecamatan Somolo-Molo, Kabupaten Nias)
No. Reg : 073
WA : 0813-7063-5612
Sumber : tiraskita